SMKN 1 GROGOL

WEBSITE RESMI SMKN 1 GROGOL

Kontak Info

KEDIRI - JAWA TIMUR
info@smkn1grogolkediri.sch.id
0354-6025823

Follow Us

ANDERA TKR 2

DESKRIPSI KEGIATAN PEMBELAJARAN LANGSUNG DI DUNIA LUAR

A. IDENTITAS KEGIATAN

Nama Peserta Didik: Andera
Program Keahlian: Teknik Otomotif
Konsentrasi Keahlian: Teknik Kendaraan Ringan
Mata Pelajaran: Sistem Kelistrikan Kendaraan / Pemeliharaan Kendaraan Ringan
Bentuk Kegiatan: Pembelajaran praktik langsung di lingkungan masyarakat
Materi Praktik: Pemeriksaan dan Perbaikan Baterai Kendaraan
Lokasi Kegiatan: Rumah Bapak Hartoyo
Alamat: Desa Cerme, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri
Pelaksana: Peserta didik bersama pendamping/guru
Bentuk Pembelajaran: Pembelajaran kontekstual berbasis pengalaman nyata


B. LATAR BELAKANG KEGIATAN

Pembelajaran pada bidang Teknik Kendaraan Ringan tidak hanya dilaksanakan di dalam ruang kelas atau bengkel sekolah, tetapi juga perlu memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik melalui kegiatan praktik langsung di lingkungan masyarakat.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pembelajaran yang menghubungkan materi yang telah dipelajari di sekolah dengan kondisi kendaraan yang sebenarnya di lapangan. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik memperoleh pengalaman dalam melakukan identifikasi masalah, pemeriksaan kondisi baterai, menentukan penyebab kerusakan, melakukan tindakan perbaikan, serta melakukan pengujian kembali setelah perbaikan.

Peserta didik bernama Andera telah melaksanakan kegiatan pembelajaran langsung dengan dunia luar berupa pemeriksaan dan perbaikan baterai kendaraan yang bertempat di rumah Bapak Hartoyo, Desa Cerme, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri.

Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar menghadapi permasalahan kendaraan secara nyata, menggunakan peralatan kerja dengan benar, menerapkan prosedur keselamatan kerja, serta membangun sikap kerja seperti disiplin, tanggung jawab, ketelitian, komunikasi, dan kemampuan memecahkan masalah.


C. DESKRIPSI LETAK DAN KONDISI LOKASI PERBAIKAN

Kegiatan perbaikan dilaksanakan di rumah Bapak Hartoyo yang berada di Desa Cerme, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri.

Lokasi tersebut merupakan lingkungan rumah masyarakat yang dimanfaatkan sebagai tempat praktik karena terdapat kendaraan yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan pada bagian baterai.

Area yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan dan perbaikan dipilih pada tempat yang cukup aman, memiliki ruang yang memadai untuk melakukan pekerjaan, serta memungkinkan peserta didik untuk menempatkan kendaraan dan peralatan kerja dengan baik.

Sebelum pekerjaan dimulai, peserta didik memastikan kondisi lingkungan sekitar aman dari benda-benda yang dapat mengganggu proses pekerjaan. Kendaraan ditempatkan pada posisi yang memungkinkan pemeriksaan baterai dilakukan dengan mudah.

Pemilihan lokasi di lingkungan masyarakat memberikan pengalaman kepada peserta didik bahwa pekerjaan teknisi kendaraan tidak selalu dilakukan di bengkel sekolah atau bengkel resmi, tetapi juga dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat dengan tetap memperhatikan prosedur kerja dan keselamatan.


D. TUJUAN KEGIATAN

Kegiatan pembelajaran langsung ini bertujuan agar peserta didik mampu:

  1. Mengenali kondisi baterai kendaraan secara langsung.
  2. Melakukan pemeriksaan kondisi fisik baterai.
  3. Mengidentifikasi kemungkinan penyebab baterai mengalami gangguan.
  4. Menggunakan alat ukur dan peralatan kerja sesuai fungsinya.
  5. Melakukan pemeriksaan tegangan baterai.
  6. Memeriksa kondisi terminal dan kabel baterai.
  7. Membersihkan terminal baterai apabila terdapat kotoran atau korosi.
  8. Melakukan tindakan perbaikan sesuai hasil pemeriksaan.
  9. Melakukan pengujian kembali setelah dilakukan penanganan.
  10. Menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja selama melakukan praktik.
  11. Melatih kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan masalah kendaraan secara mandiri.
  12. Menumbuhkan sikap disiplin, teliti, bertanggung jawab, dan komunikatif.

E. URAIAN KONDISI/KELUHAN

Pada awal kegiatan, peserta didik melakukan komunikasi dengan pemilik kendaraan, yaitu Bapak Hartoyo, untuk memperoleh informasi mengenai kondisi baterai dan keluhan yang dirasakan.

Peserta didik melakukan wawancara sederhana mengenai gejala yang terjadi, misalnya kendaraan mengalami kesulitan ketika dilakukan starting, suara starter kurang kuat, atau terdapat indikasi baterai mengalami penurunan kemampuan menyimpan dan menyuplai energi listrik.

Informasi dari pemilik kendaraan kemudian digunakan sebagai dasar awal sebelum dilakukan pemeriksaan secara langsung.

Peserta didik tidak langsung melakukan penggantian atau pembongkaran komponen, tetapi terlebih dahulu melakukan pemeriksaan untuk memastikan sumber permasalahan.


F. CARA PEMERIKSAAN BATERAI

Pemeriksaan dilakukan secara bertahap dan sistematis sebagai berikut:

1. Pemeriksaan keselamatan

Sebelum pemeriksaan dilakukan, peserta didik memastikan kendaraan dalam kondisi aman. Mesin dimatikan dan kunci kontak berada pada posisi OFF.

Peserta didik menggunakan perlengkapan kerja yang sesuai dan memastikan tidak terdapat sumber api atau percikan di sekitar baterai.

2. Pemeriksaan kondisi fisik baterai

Peserta didik mengamati kondisi fisik baterai, meliputi:

  • Kondisi casing baterai.
  • Adanya retak atau kerusakan pada bodi baterai.
  • Kondisi tutup baterai.
  • Kondisi terminal positif dan negatif.
  • Kondisi kabel baterai.
  • Adanya kotoran atau korosi pada terminal.
  • Kondisi dudukan baterai.
  • Adanya tanda-tanda kebocoran.

Pemeriksaan visual dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat kerusakan fisik yang dapat menyebabkan gangguan sistem kelistrikan.

3. Pemeriksaan terminal baterai

Terminal positif dan negatif diperiksa untuk mengetahui apakah terdapat kotoran, karat, atau korosi.

Terminal yang kotor atau mengalami korosi dapat menyebabkan hambatan pada hubungan listrik sehingga aliran arus dari baterai menuju sistem starter menjadi tidak optimal.

4. Pemeriksaan tegangan baterai

Peserta didik melakukan pengukuran menggunakan multimeter/voltmeter.

Pengukuran dilakukan dengan memperhatikan polaritas, yaitu probe positif dihubungkan ke terminal positif baterai dan probe negatif dihubungkan ke terminal negatif baterai.

Hasil pengukuran dicatat sebagai bahan analisis kondisi baterai.

5. Pemeriksaan kemampuan baterai

Apabila diperlukan, dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui kemampuan baterai dalam menyuplai energi listrik.

Peserta didik mengamati apakah tegangan baterai mengalami penurunan secara signifikan ketika kendaraan melakukan starting.

Hasil pemeriksaan digunakan untuk menentukan apakah permasalahan disebabkan oleh kondisi baterai, terminal, kabel, atau bagian lain dari sistem starting.


G. HASIL IDENTIFIKASI

Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan, peserta didik melakukan identifikasi terhadap bagian-bagian yang berhubungan dengan baterai.

Identifikasi dilakukan dengan membandingkan kondisi komponen yang diperiksa dengan kondisi normal yang telah dipelajari di sekolah.

Peserta didik kemudian menentukan tindakan yang diperlukan berdasarkan hasil pemeriksaan, sehingga penanganan tidak dilakukan berdasarkan perkiraan semata, tetapi berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengamatan langsung.


H. CARA PENANGANAN/PERBAIKAN

Setelah mengetahui kondisi baterai, peserta didik melakukan tindakan penanganan sesuai hasil pemeriksaan.

Penanganan dilakukan dengan tahapan:

  1. Menyiapkan peralatan kerja.
  2. Memastikan kendaraan dalam kondisi aman.
  3. Membersihkan bagian baterai yang kotor.
  4. Membersihkan terminal baterai apabila terdapat korosi.
  5. Memeriksa kekencangan sambungan terminal.
  6. Memeriksa kondisi kabel positif dan negatif.
  7. Memastikan baterai terpasang dengan baik pada dudukannya.
  8. Melakukan pemeriksaan ulang menggunakan alat ukur.
  9. Menguji sistem starting kendaraan.
  10. Mengamati perubahan kondisi kendaraan setelah dilakukan penanganan.

Dalam melakukan pekerjaan, peserta didik diarahkan untuk tidak melakukan tindakan yang berpotensi merusak komponen. Setiap tindakan harus dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan prinsip kerja sistem kelistrikan kendaraan.


I. PENGUJIAN SETELAH PERBAIKAN

Setelah proses penanganan selesai, peserta didik melakukan pemeriksaan ulang.

Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah tindakan yang telah dilakukan memberikan perubahan terhadap kondisi kendaraan.

Peserta didik melakukan pengujian sistem starting dan mengamati respons kendaraan.

Selain itu, dilakukan pengukuran kembali apabila diperlukan untuk memastikan kondisi baterai dan hubungan kelistrikan telah berada dalam kondisi yang lebih baik.

Hasil pengujian kemudian dibandingkan dengan kondisi sebelum dilakukan penanganan.


J. PERAN PESERTA DIDIK

Dalam kegiatan ini, Andera berperan aktif sebagai peserta didik yang melakukan pembelajaran berbasis pengalaman nyata.

Andera melaksanakan beberapa kegiatan, antara lain:

  • Melakukan komunikasi dengan pemilik kendaraan.
  • Mengidentifikasi keluhan kendaraan.
  • Menyiapkan peralatan.
  • Melakukan pemeriksaan visual.
  • Melakukan pemeriksaan terminal baterai.
  • Melakukan pengukuran tegangan.
  • Menganalisis hasil pemeriksaan.
  • Melakukan tindakan penanganan.
  • Melakukan pengujian setelah perbaikan.
  • Menyampaikan hasil pekerjaan kepada pemilik kendaraan.
  • Membersihkan dan mengembalikan peralatan setelah pekerjaan selesai.

Kegiatan tersebut memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik dalam menerapkan kompetensi yang diperoleh selama pembelajaran di sekolah.


K. PENERAPAN KESELAMATAN KERJA

Selama kegiatan berlangsung, peserta didik diarahkan untuk menerapkan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), antara lain:

  1. Menggunakan pakaian kerja yang sesuai.
  2. Menggunakan peralatan sesuai fungsi.
  3. Memastikan kendaraan dalam kondisi aman.
  4. Menghindari hubungan singkat antara terminal positif dan negatif.
  5. Tidak meletakkan benda logam secara sembarangan di atas baterai.
  6. Menjauhkan sumber api dari baterai.
  7. Berhati-hati terhadap cairan elektrolit pada baterai tipe konvensional.
  8. Menjaga area kerja tetap bersih.
  9. Mengembalikan peralatan setelah digunakan.
  10. Melakukan pekerjaan secara hati-hati dan tidak terburu-buru.

L. NILAI PEMBELAJARAN YANG DIPEROLEH

Kegiatan ini memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih nyata kepada Andera karena peserta didik berhadapan langsung dengan permasalahan kendaraan di lingkungan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, peserta didik tidak hanya belajar mengenai teori baterai, tetapi juga belajar bagaimana menerapkan teori tersebut dalam kondisi sebenarnya.

Beberapa kompetensi yang berkembang meliputi:

1. Kompetensi teknis

Peserta didik mampu melakukan pemeriksaan dasar baterai dan sistem kelistrikan kendaraan.

2. Pemecahan masalah

Peserta didik belajar menentukan penyebab masalah berdasarkan hasil pemeriksaan.

3. Kemandirian

Peserta didik dilatih untuk melakukan pekerjaan secara bertahap dan bertanggung jawab.

4. Komunikasi

Peserta didik belajar berkomunikasi dengan pemilik kendaraan mengenai keluhan, hasil pemeriksaan, dan tindakan yang dilakukan.

5. Ketelitian

Peserta didik harus teliti ketika melakukan pengukuran dan menentukan tindakan perbaikan.

6. Tanggung jawab

Peserta didik bertanggung jawab terhadap peralatan, pekerjaan, dan hasil kegiatan.

7. Budaya kerja

Peserta didik mendapatkan pengalaman mengenai budaya kerja yang diperlukan ketika nantinya memasuki dunia industri.


M. KETERKAITAN DENGAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH

Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi pembelajaran kontekstual, yaitu menghubungkan materi pembelajaran yang diperoleh di sekolah dengan permasalahan nyata di masyarakat.

Materi mengenai baterai, tegangan, arus, resistansi, sistem starting, terminal, kabel, dan pemeriksaan kelistrikan yang dipelajari di sekolah dapat diterapkan secara langsung dalam kegiatan tersebut.

Dengan demikian, peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna karena dapat melihat hubungan antara teori dan praktik.


N. KESIMPULAN

Peserta didik bernama Andera telah melaksanakan kegiatan pembelajaran langsung dengan dunia luar berupa pemeriksaan dan penanganan/perbaikan baterai kendaraan di rumah Bapak Hartoyo, Desa Cerme, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri.

Kegiatan diawali dengan identifikasi keluhan, pemeriksaan kondisi fisik baterai, pemeriksaan terminal dan kabel, pengukuran menggunakan alat ukur, analisis hasil pemeriksaan, tindakan penanganan, serta pengujian kembali setelah dilakukan perbaikan.

Kegiatan ini memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik dalam menerapkan kompetensi Teknik Kendaraan Ringan di lingkungan masyarakat. Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan tersebut juga melatih sikap kerja, kemandirian, komunikasi, ketelitian, tanggung jawab, pemecahan masalah, serta penerapan keselamatan kerja.

Dengan adanya pembelajaran langsung seperti ini, peserta didik diharapkan semakin siap menghadapi kondisi pekerjaan yang sesungguhnya di dunia usaha dan dunia industri serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di sekitarnya.


Informasi terkait lainnya