Situs Resmi SMKN 1 Grogol Kediri

Menjadi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Yang Handal serta menghasilkan Lulusan Yang Kompeten, Cakap, dan Berkarakter Profil Pelajar Pancasila.

Kontak Info

Jl. Raya Cerme, Dsn. Glatik,
Ds. Cerme, Kec. Grogol, Kab. Kediri
info@smkn1grogolkediri.sch.id
0354-6025823

Follow Us

DUTA LINGKUNGAN SEBAGAI PENGGERAK PROGRAM BERHIAS DI SEKOLAH

BAB I.  PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah
Kota Medan dengan kemajuan industri yang cepat  mempengaruhi kondisi lingkungan perkotaan termasuk di pemukiman masyarakat dan di sekolah-sekolah. Apalagi jika ruang terbuka hijau disekolah tidak ada maka dibutuhkan pembenahan terhadap apa yang terjadi terkait dengan lingkungan sekolah tertutama pada pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup
Kondisi lingkungan hidup sekolah yang mulai menurun kualitasnya, ditambah kondisi petugas kebersihan yang sedikit memberikan pengaruh pada perubahan kondisi lingkungan. Kebersihan dan penghijauan yang masih minim dibutuhkan untuk dirubah secara cepat mengimbangi kerusakan yang ada maka dibutuhkan orang-orang yang bergerak hatinya melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas lingkungan tersebut. Keterbatasan pegawai itu harus dimunculkan suatu gerakan terturama siswa yang merupakan komponen penting yang ada di sekolah. Seperti halnya di SMA Negeri 15 Medan dengan siswa jumlahnya melebih dari 1000 siswa, maka kondisi ini harus diimbangi prilaku yang berwawasan lingkungan. Siswa ada yang bergerak melakukannya yaitu dibentuknya duta-duta lingkungan disekolah. Namun bagaiaman kegaitan dan perannya untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih, hijau, asri dan menyehatkan bagi guru, pegawai dan siswa itu sendiri.
Untuk itu, penulis ingin menkaji tentang duta lingkungan sebagai penggerak program berhias di sekolah dalam bentuk studi kasus yang terjadi di SMA Negeri 15 Medan.

1.2  Perumusan Masalah Masalah Dari uraian latar belakang di atas,
maka yang menjadi rumusan masalah ialah Duta Lingkungan Sebagai Penggerak Program Berhias di Sekolah (Studi Kasus di SMA Negeri 15 Medan).

1.3  Tujuan Penelitian
a. Untuk mengetahui peran duta
lingkungan di sekolah
b. Untuk memberikan gambaran
tentang kondisi duta lingkungan  sebagai penggerak program berhias di SMA Negeri 15 Medan
1.4   Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis: diharapkan
akan memberikan sumbangan pemikiran kepada pemerintah,

lembaga pendidikan dan masyarakat tentang pentingnya duta lingkungan di sekolah-sekolah
2 Manfaat Praktis:
a. Agar duta lingkungan
meningkatkan peran sertanya sebagai duta-duta di sekolah dalam mengelola lingkungan hidup
b. Agar duta lingkungan diberikan ruang kreatifitas dan mengembangkan kegiatan-kegiatan yang memotivasi siswa/orang lain untuk mencintai lingkungan yang bersih, penghijauan, asri dan sehat

daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain di ruang lingkup sekolah.
Duta lingkungan merupakan relawan yang diberntuk atas dasar sukarela di bidang lingkungan hidup sekolah. Fungsi dan tugas yang dilakukan berdasarkan pada program kerja yang disusun oleh duta lingkungan sendiri melihat permasalahan yang ada di sekolah. Relwan-relawan tersebut berasal dari siswa/i perwakilan kelas untuk memotivasi diri sendiri dan orang lain agar peduli terhadap lingkungan hidup di sekolah.

BAB II.  KAJIAN PUSTAKA 
2.1   Duta Lingkungan
Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain (UU Nomor 32 Tahun 2009).
Sedangkan duta merupakan orang/pihak yang diberikan amanah untuk memberikan informasi-informasi terhadap kegiatan yang ditanggung jawabi. Jadi duta lingkungan sekolah dapat diartikan sebagai orang/pihak yang diberi amanah untuk mengelola kesatuan ruang dengan semua benda,

Gambar 2.2.1. Pemasangan Pin Pelatintikan Duta 
Lingkuang di Sekolah
Kegiatan yang dilakukan misalnya memilah sampah organik dan anorganik. Selain itu mengelola bank sampah dengan kegiatan menerima sampah-sampah dari seluruh warga sekolah seperti kertas bekas, botol minuman yang dapat dimanfaatkan kembali (daur ulang).


Informasi terkait lainnya